Senin, 14 April 2014

rpp sma kur 2013



RE NCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nomor : 01
Satuan Pendidikan                  : Sekolah Menengah Atas (SMA)
Kelas/Semester                        : XI (sebelas) / 1
Mata Pelajaran                        : Sejarah
Topik                                       : Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
Alokasi Waktu                        : 3x45 menit
Kompetensi Inti :
Sikap
1.      Nasionalisme, Religius, Demokrasi
Pengetahuan
1.      Memahami Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha
Keterampilan
1.      Mampu menjelaskan lahir dan berkembangnya Agama dan kebudayaan Hindu-Budha
2.      Memahami dan mampu menganalisis proses masuknya dan berkembangnya agama dan kebudayaan hindu-budha di Indonesia
3.      Mengidentifikasi Tradisi Hindu-Budha di Indonesia.

Kompetensi Dasar :
1.1 Menganalisis pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha terhadap masyarakat di berbagai daerah indonesia

Indikator        :
1.      Mendeskripsikan lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di India
2.      Mendeskripsikan teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia
3.      Mengidentifikasi fakta-fakta tentang proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Buddha
Tujuan Pembelajaran
                   Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, siswa dapat  :
1.      Mendeskripsikan lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di India
2.      Mendeskripsikan teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia
3.      Mengidentifikasi fakta-fakta tentang proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Buddha
Materi Ajar
1.      Lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha
2.      Proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
3.      Tradisi Hindu-Buddha di Indonesi
Metode Pembelajaran
1.      Ceramah bervariasi

Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Pendahuluan
a.       Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.
b.      Guru mengkondisikan siswa ke dalam situasi belajar.
c.       Guru mengajak siswa untuk berdoa terlebih dahulu, berdoa dipimpin oleh ketua kelas.
d.      Guru mengisi daftar kehadiran siswa.
e.       Guru mempersiapkan materi ajar.
f.       Melakukan apresepsi untuk mengawali pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan di ajarkan.
g.      Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

2.      Kegiatan Inti
1.    Guru menjelaskan mengenai teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia.
2.    Guru menugaskan peserta didik untuk melakukan analisis mengenai teori apa yang memiliki dasar penjelasan paling kuat mengenai masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia.

3.      Kegiatan penutup
a)    Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas dan Menarik kesimpulan materi.
b)    Guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa selalu giat belajar.
c)    Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

Sumber Belajar
-          Buku-buku :
1.      Dr. Magdalia Alfian, M.A. dkk. Sejarah untuk SMA/MA di kelas XI Program Ilmu Pengetahuan Sosial standar isi 2006. Jakarta. Diterbitkan : Esis PT. Gelora Aksara Pratama. 2006
-          Alat : 1. Laptop.
2.   In Focus.


Penilaian
a.       Keseriusan dalam menyimak materi.
b.      Kehadiran.
c.       Pengamatan Perilaku.
d.      Tugas.

LEMBAR OBSERVASI
KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN


Hal-hal yang di amati

Kualitas
Komentar (tepat, tidak tepat, efektif, tidak ada respon, d buat-buat dan lain-lain)
Komponen :
1.      Penguatan Verbal
a)      Kata-kata :
-          Benar
-          Bagus
-          Tepat
-          Bagus sekali
b)      Kalimat :
-          Pekerjaan baik sekali
-          Saya senang dengan pekerjaanmu
-          Pekerjaanmu makin lama makin baik
2.      Penguatan non-verbal
a.       Penguatan berupa mimik dan gerakan badan
b.      Penguatan dengan cara mendekati
c.       Penguatan dengan cara sentuhan
d.      Pengautan dengan kegiatan yang menyenangkan
e.       Penguatan berupa simbol atau benda
f.       Penguatan penuh dan tidak penuh

Cara penggunaan :
a.       Penguatan kepada sekelompok siswa
b.      Penguatan kepada pribadi tertentu
c.       Pemberian penguatan dengan segera
d.      Variasi dalam penggunaan

Prinsip penggunaan :
a.       Kehangatan dan keantusiasan
b.      Kebermaknaan
c.       Menghindari penggunaan respons yang negatif

   1      2    3     4











  1     2     3    4













  1    2     3     4








    1    2    3     4










Palu,  05 Maret 2014
Mengetahui,
Kepala Sekolah                                             Guru Mata pelajaran Sejarah




................................                                        ............................................
NIP.                                                                NIP.

















A.    Lahirnya dan perkembangannya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Budha

Agama dan kebudayaan hindu
Agama hindu diyakini tumbuh di India sekitar tahun 1500 SM. Dari, India agama ini menyebar keseluruh dunia dan banyak mempengaruhi kebudayaan-kebudayaan besar dunia. Agama hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya ke kota Mahenjo-Daro (Larkana) dan Harappa (punjab) sekitar tahun 1500 SM. Mereka datang melalui celah kaiber dan mendesak bangsa Dravida dan Munda yang telah mendiami daerah tersebut. Agar tetap eksis, orang-orang arya membangun sistem kepercayaan dan kemasyaraktan sesuai tradisi yang mereka miliki. Orang-orang arya memuja banyak yang dipercayai memiliki kuasa atas segi-segi tertentu kehidupan mahluk hidup.
Pemujaan terhadap para dewa dipimpin oleh golongan pendata atau brahmana. Para brahmana juga menulis berbagai ajaran dan ritus-ritus sebagai pedoman dalam melaksanakan upacara keagamaan. Tulisan-tulisan tersebut disatukan dalam kitab veda. Kitab veda terdiri dari 4 bagian berikut :
1.      Reg veda merupakan kitab tertua dan ditulis antara tahun 1500 dan 900 SM.
2.      Yajur veda berisi pedoman pengorbanan
3.      Sama veda berisi pedoman zikir dan pujian-pujian.
4.      Atarva veda merupakan kumpulan mantra-mantra gaib
Selain keempat kitab diatas kaum brahmana juga menulis beberapa kitab lainnya. Kitab-kitab itu adalah kitab brahmanas yang berisi pedoman ritual keagamaan bagi para brahmana, kita upanisads yang berarti “bersimpuh di kaki sang guru”. Berisi wejangan-wejangan mengenai kehidupan gaib, dan kitab aranyaka yang merupaka kitab untuk para bertapa. Selain sistem keprcayaan, bangsa arya juga membangun sistem kemasyarakatan. Dari gangguan yang terdapat dalam kitab reg veda kita memperoleh gambaran tentang kehidupan masyarakat pada masa itu. Mereka hidup di desa-desa. Umumnya, mata pencaharian mereka bertenak dan bertani. Selain itu, mereka juga mengenal pertenunan, pembuatan barang keramik dan pertukangan. Kepala pemerintahan tertinggi adalah seorang raja yang berkuasa turun temurun. Ia memerintah dengan bantuan dewan tertua dan kaum brahmana. Pada masa itu, mereka juga telah mengenal pembangian masyarakat atas kasta-kasta tertentu, yakni brahmana, ksatria, waisya, dan sudra. Pembagian masyakat atas kasta-kasta ini pada dasarnya adalah pembagian tugas atau pekerjaan. Kaum brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan. Kaum ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan, pertahanan negara. Kaum waisya bertugas berdagang, bertani dan berternak. Sementara itu, kam sudra bertugas sebagai pekerja atau pelayan. Diluar keempat kasta ini, terdapat mereka yang dianggap berada diluar kasta. Mereka ini disebut paria. Kaum paria meliputi pengemis dan gelandangan. Hingga saat ini di india pembagian kasta masih berangsung.

Agama dan Kebudayaan Budha
Sama halnya dengan agama hindu, agama budha pertama kali tumbuh di India, tepatnya di India timur laut sekitar 500 SM. Agama ini berdasarkan pada ajaran Siddharta Gautama yang dikenal sebagai buddha atau seseorang yang mendapat pencerahan. Agama buddha muncul sebagai reaksi terhadap dominasi golongan brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dan masyarakat India. Menurut ajaran buddha, kesempurnaan (nirvana) dapat dicapai setiap orang tanpa harus melalui bantuan pendeta atau kaum brahmana. Setiap orang mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai kesempurnaan tersebut, asalkan ia mampu mengandalikan dirinya sehingga ia terbebas dari samsar (roda kelahiran dan kematian). Keseluruhan ajaran buddha kemudian dibukakan dalam kitab Tri Pitaka. Kitab ini terdiri atas 3 kumpulan tulisan, yakni : Suttha (Suttnata) Pitaka, Vinaya Pitaka dan Habhidharma Pitaka. Suttha Pitaka berisi kumpalan Khotbah. Vinaya Pitaka merupakan aturan-aturan yang berkenaan dengan kehidupan pendeta. Habhidharma Pitaka berisi hilosofi psikologi klasifikasi sitematisasi doktrin. Dalam perkembangannya agama buddha pecah menjadi 2 aliran, yaitu aliran Hinaya dan Aliran Mahayana. Aliran Hinaya mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan meditasi. Sementara itu, aliran Mahayana mengajarkan Bahwa untuk mencapai nirwana, setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat velas asih (belas kasih).
Perkembangan agama buddha di India mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Ashoka dari Dinasti Maurya (273-232 SM). Pada pemerintahannya, Raja Ashoka menetapkan agama Buddha sebagai Agama resmi negara. Agama Buddha kemudian dengan cepat berkembang dan diterima oleh masyarakat India. Hal itu terutama disebabkan oleh bahasa yang digunakan Buddha dalam menyampaikan ajarannya, yaitu bahasa Prakrit. Bahasa prakrit adalah bahasa rakyat sehari-hari, bukan bahasa sansekerta yang hanya dimengerti oleh kaum Brahmana. Selain itu, agama Buddha bersifat non eksklusif. Artinya, agama buddha bisa diterima siapa saja dan tidak mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta. Agama buddha juga tidak mengenal perbedaan hak antara pria dan wanita.

B.     Proses masuk dan berkembangnya Agama dan Kebudayaan Hindhu-buddha di Indonesia
Jalur perdagangan India-Cina melalui Indonesia
Sebagai sebuah kepulauan yang terletak di jalur pelayaran antara dunia barat dan timur, nusantara (indonesia) mendapat banyak pengaruh dari luar. Setelah ditemukannya jalan melalui laut antara Romawi dan Cina, pelayaran dan perdagangan di asia semakin ramai. Rute ini mendorong munculnya hubungan dagang pada daerah yang dilalui, Termasuk Indonesia yang selalu dilalui oleh perdagangan. Hal ini didukung pula oleh pola angin musim yang berubah arah setaip enam bulan. Oleh karena itu, terjadilah hubungan dagang antara wilayah tetap indonesia, cina dan India.
Teori – teori tentang masuk dan berkembangnya agama serta kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia
Proses masuknya pengaruh India ke Indonesia diperkirakan terjadi sejak abad pertama Masehi. Tentang proses ini terdapat beberapa pendapat yang saling bertolak belakang dari para ahli sejarah. Ada pendapat yang menganggapbahwa bangsa Indonesia bersikap pasif dan hanya menerima saja pengaruh budaya yang datang dari India. Menurut para ahli sejarah yang mendukung pendapat ini pengaruh budaya india masuk ke Indonesia melalui kolonisasi, baik secara langsung maupun tidak langsung dari bangsai india. Para ahli sejarah kemudian mengajukan tiga teori yang menjelaskan bagaimana bangsai india memperkenalkan kebudayaan kepada bangsa Indonesia. Toeri-teori tersebut sebagai berikut :
1.      Teori Brahmana (J.Cvan Leur). Menurut teori ini para Brahmana India datang ke Indonesia atas undangan para kepala suku setempat. Kaum brahmana inilah yang kemudian menyebarluaskan ajaran agama dan budaya India di Indonesia. Budaya yang mereka perkenalkan adalah budaya golongan Brahmana.
2.      Teori Ksatria (F.D.K. Bosch). Menurut teori ini raja-raja india datang menyerang dan mengalahkan suku-suku di Indonesia.
3.      Teori Waisya (N.J. Krom). Menurut teori ini pengaruh Hindu-Buddha dibawa dan disebarkan oleh para pedagang India yang singgah di kota-kota Indonesia. Tidak hanya itu, para pedagang india juga berasimilasi dengan penduduk setempat.

C.    Tradisi Hindu-Buddha di Indonesia
Fakta-fakta proses interaksi masyarakat Indonesia dengan tradisi Hindu-Buddha
Masuknya agama dan kebudayaan Hindu-buddha mempengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia antaranya dalam bidang teknologi, sosial, politik, dan kepercayaan.
Bidang teknologi
Persinggungan budaya asli indonesia dan budaya hindu-buddha mendorong perkembangan kemampuan teknik masyarakat indonesia yang saat itu masih didominasi kemampuan teknik tradisional. Pengaruh Hindu-Buddha dapat dilihat dalam bidang maritim (kelautan), bangunan, dan pertanian. Meskipun teknologi kemaritiman bangsa indonesia pada zaman sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha sudah cukup tinggi, masuknya budaya Hindu-Buddha harus diakui telah turut memajukan kemampuan teknik kemaritiman masyarakat indonesia. Hal itu terlihat dengan semakin banyaknya kota pelabuhan ekspedisi pelayaran dan perdagangan luar negeri.
Bidang Pendidikan
Agama dan budaya Hindu-Buddha juga mempengaruhi kehidupan masyarakat indonesia dalam bidang pendidikan. Sebelum masuknya agama Hindu-buddha, masyarakat indonesia belum mengenal tulisan. Namun, setelah masuknya agama Hindu-Buddha sebagian masyarakat indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis. Diantara berbagai bukti pengaruh budaya Hindu-Buddha dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah digunakannya bahasa sansekerta dan huruf palawa dalam kehidupan sebagian masyarakat indonesia.
Bidang Sosial dan Pemerintahan
Setelah masuknya agama Hindu terjadi perubahan dlam tatanan sosial masyarakat indonesia. Diantaranya mereka mengenal pembagian masyarakat atas sistem kasta. Sementara itu, dibidang pemerintahan, masuknya pengaruh Hindu-Buddha mendorong terbentuknya kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dalam sitem in masyarakat tidak lagi dipimpin oleh seorang ketua suku tetapi oleh seorang raja yang berkuasa secara turun-temurun.
Kepercayaan
Masuknya agama hindu-buddha mendorong masyarakat indonesia mulai menganut agama hindu atau Buddha. Meskipun masyarakat indonesia tidak meninggalkan kepercayaan aslinya seperti pemujaan terhadap arwah nenek moyang.
Kehidupan Sosial, politik, Ekonomi, dan Budaya di Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha
Struktur sosial
Masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan hindu-buddha di indonesia tentu mempengaruhi agama aspek sosial budaya masyarakat indonesia. Dalam masyarakat yang dipengaruhi agama dan kebudayaan hindu, aspek kehidupan masyarakat sangat di pengaruhi oleh statifikasi sosial berdasarkan sistem kasta. Dalam sistem sosial ini masyarakat dibagi atas tingkatan kasta-kasta tertentu yang memiliki sistem nilai dan kewajiban yang berbeda-beda dan turun-temurun.
            Struktur Ekonomi
Seperti halnya sistem sosial kemasyarakatan, sistem dan struktur ekonomi masyarakat indonesia pada masa hindu-buddha juga dipengaruhi oleh perkembangan agama dan kebudayaan hindi-buddha saat itu. Haltersebut dapat dilihat dari sistem perdagangan, tenaga kerja, penguasaan tanah, pajak, dan sistem transportasi pada saat itu.
            Struktur birokrasi
Struktur birokrasi kerajaan-kerajaan hindu-budha menunjukkan karakteristik yang berbeda-beda. Kerajaan sriwijaya merupakan kerajaan maritim sehingga kerajaan ini mengembangkan struktur birokrasi yang menekankan pada bidang kemaritiman. Oleh karena itu, kebijakan politiknya lebih banyak ditujukan untuk menguasai jalur maupun pusat-pusat perdagangan laut. Dalam prasasti yang ditemukan, bahwa daerah-daerah yang dikuasai kerajaan sriwijaya yang dipimpin oleh salah seorang anak tau keluarga raja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar