RE
NCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nomor
: 01
Satuan
Pendidikan : Sekolah
Menengah Atas (SMA)
Kelas/Semester : XI (sebelas) / 1
Mata
Pelajaran : Sejarah
Topik : Agama
dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
Alokasi Waktu : 3x45 menit
Kompetensi Inti :
Sikap
1.
Nasionalisme, Religius, Demokrasi
Pengetahuan
1. Memahami Agama dan Kebudayaan
Hindu-Budha
Keterampilan
1. Mampu menjelaskan lahir dan berkembangnya
Agama dan kebudayaan Hindu-Budha
2.
Memahami
dan mampu menganalisis proses masuknya dan berkembangnya agama
dan kebudayaan hindu-budha di Indonesia
3. Mengidentifikasi
Tradisi Hindu-Budha di Indonesia.
Kompetensi Dasar
:
1.1
Menganalisis pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha terhadap
masyarakat di berbagai daerah indonesia
Indikator
:
1.
Mendeskripsikan lahir dan berkembangnya
agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di India
2.
Mendeskripsikan teori masuk dan
berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia
3.
Mengidentifikasi fakta-fakta tentang
proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Buddha
Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, siswa
dapat :
1.
Mendeskripsikan
lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di India
2.
Mendeskripsikan
teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia
3.
Mengidentifikasi fakta-fakta tentang
proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Buddha
Materi Ajar
1.
Lahir
dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha
2.
Proses
masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
3.
Tradisi
Hindu-Buddha di Indonesi
Metode Pembelajaran
1.
Ceramah bervariasi
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a.
Guru membuka pembelajaran dengan
mengucapkan salam kepada siswa.
b.
Guru mengkondisikan siswa ke dalam
situasi belajar.
c.
Guru mengajak siswa untuk berdoa
terlebih dahulu, berdoa dipimpin oleh ketua kelas.
d.
Guru mengisi daftar kehadiran siswa.
e.
Guru mempersiapkan materi ajar.
f.
Melakukan apresepsi untuk mengawali
pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan di ajarkan.
g.
Siswa menyimak penjelasan guru mengenai
tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2. Kegiatan Inti
1. Guru
menjelaskan mengenai teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia.
2. Guru
menugaskan peserta didik untuk melakukan analisis mengenai teori apa yang
memiliki dasar penjelasan paling kuat mengenai masuknya agama Hindu-Buddha di
Indonesia.
3. Kegiatan penutup
a) Bersama-sama
melakukan refleksi materi yang telah dibahas dan Menarik kesimpulan materi.
b) Guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa selalu giat belajar.
c) Menutup
pelajaran dengan mengucapkan salam.
Sumber Belajar
-
Buku-buku :
1.
Dr. Magdalia Alfian, M.A. dkk. Sejarah untuk SMA/MA di kelas XI Program
Ilmu Pengetahuan Sosial standar isi 2006. Jakarta. Diterbitkan : Esis PT.
Gelora Aksara Pratama. 2006
-
Alat : 1. Laptop.
2.
In Focus.
Penilaian
a.
Keseriusan dalam menyimak materi.
b.
Kehadiran.
c.
Pengamatan Perilaku.
d.
Tugas.
LEMBAR
OBSERVASI
KETERAMPILAN
MEMBERI PENGUATAN
Hal-hal yang di
amati
|
Kualitas
|
Komentar (tepat,
tidak tepat, efektif, tidak ada respon, d buat-buat dan lain-lain)
|
Komponen :
1. Penguatan Verbal
a) Kata-kata :
-
Benar
-
Bagus
-
Tepat
-
Bagus
sekali
b) Kalimat :
-
Pekerjaan
baik sekali
-
Saya
senang dengan pekerjaanmu
-
Pekerjaanmu
makin lama makin baik
2. Penguatan non-verbal
a. Penguatan berupa mimik dan
gerakan badan
b. Penguatan dengan cara mendekati
c. Penguatan dengan cara sentuhan
d. Pengautan dengan kegiatan yang
menyenangkan
e. Penguatan berupa simbol atau
benda
f. Penguatan penuh dan tidak penuh
Cara penggunaan :
a.
Penguatan
kepada sekelompok siswa
b.
Penguatan
kepada pribadi tertentu
c.
Pemberian
penguatan dengan segera
d.
Variasi
dalam penggunaan
Prinsip
penggunaan :
a.
Kehangatan
dan keantusiasan
b.
Kebermaknaan
c.
Menghindari
penggunaan respons yang negatif
|
1
2 3 4
1
2 3 4
1
2 3 4
1
2 3 4
|
Palu, 05 Maret 2014
Mengetahui,
Kepala
Sekolah Guru
Mata pelajaran Sejarah
................................ ............................................
NIP. NIP.
A.
Lahirnya
dan perkembangannya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Budha
Agama
dan kebudayaan hindu
Agama
hindu diyakini tumbuh di India sekitar tahun 1500 SM. Dari, India agama ini
menyebar keseluruh dunia dan banyak mempengaruhi kebudayaan-kebudayaan besar
dunia. Agama hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya ke kota
Mahenjo-Daro (Larkana) dan Harappa (punjab) sekitar tahun 1500 SM. Mereka
datang melalui celah kaiber dan mendesak bangsa Dravida dan Munda yang telah
mendiami daerah tersebut. Agar tetap eksis, orang-orang arya membangun sistem
kepercayaan dan kemasyaraktan sesuai tradisi yang mereka miliki. Orang-orang
arya memuja banyak yang dipercayai memiliki kuasa atas segi-segi tertentu
kehidupan mahluk hidup.
Pemujaan
terhadap para dewa dipimpin oleh golongan pendata atau brahmana. Para brahmana
juga menulis berbagai ajaran dan ritus-ritus sebagai pedoman dalam melaksanakan
upacara keagamaan. Tulisan-tulisan tersebut disatukan dalam kitab veda. Kitab
veda terdiri dari 4 bagian berikut :
1.
Reg veda merupakan kitab tertua dan
ditulis antara tahun 1500 dan 900 SM.
2.
Yajur veda berisi pedoman pengorbanan
3.
Sama veda berisi pedoman zikir dan
pujian-pujian.
4.
Atarva veda merupakan kumpulan
mantra-mantra gaib
Selain
keempat kitab diatas kaum brahmana juga menulis beberapa kitab lainnya.
Kitab-kitab itu adalah kitab brahmanas yang berisi pedoman ritual keagamaan
bagi para brahmana, kita upanisads yang berarti “bersimpuh di kaki sang guru”.
Berisi wejangan-wejangan mengenai kehidupan gaib, dan kitab aranyaka yang
merupaka kitab untuk para bertapa. Selain sistem keprcayaan, bangsa arya juga
membangun sistem kemasyarakatan. Dari gangguan yang terdapat dalam kitab reg
veda kita memperoleh gambaran tentang kehidupan masyarakat pada masa itu.
Mereka hidup di desa-desa. Umumnya, mata pencaharian mereka bertenak dan
bertani. Selain itu, mereka juga mengenal pertenunan, pembuatan barang keramik
dan pertukangan. Kepala pemerintahan tertinggi adalah seorang raja yang
berkuasa turun temurun. Ia memerintah dengan bantuan dewan tertua dan kaum
brahmana. Pada masa itu, mereka juga telah mengenal pembangian masyarakat atas
kasta-kasta tertentu, yakni brahmana, ksatria, waisya, dan sudra. Pembagian
masyakat atas kasta-kasta ini pada dasarnya adalah pembagian tugas atau pekerjaan.
Kaum brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan. Kaum ksatria
berkewajiban menjalankan pemerintahan, pertahanan negara. Kaum waisya bertugas
berdagang, bertani dan berternak. Sementara itu, kam sudra bertugas sebagai
pekerja atau pelayan. Diluar keempat kasta ini, terdapat mereka yang dianggap
berada diluar kasta. Mereka ini disebut paria. Kaum paria meliputi pengemis dan
gelandangan. Hingga saat ini di india pembagian kasta masih berangsung.
Agama dan Kebudayaan Budha
Sama
halnya dengan agama hindu, agama budha pertama kali tumbuh di India, tepatnya
di India timur laut sekitar 500 SM. Agama ini berdasarkan pada ajaran Siddharta
Gautama yang dikenal sebagai buddha atau seseorang yang mendapat pencerahan.
Agama buddha muncul sebagai reaksi terhadap dominasi golongan brahmana atas
ajaran dan ritual keagamaan dan masyarakat India. Menurut ajaran buddha,
kesempurnaan (nirvana) dapat dicapai setiap orang tanpa harus melalui bantuan
pendeta atau kaum brahmana. Setiap orang mempunyai hak dan kesempatan yang sama
untuk mencapai kesempurnaan tersebut, asalkan ia mampu mengandalikan dirinya
sehingga ia terbebas dari samsar (roda kelahiran dan kematian). Keseluruhan
ajaran buddha kemudian dibukakan dalam kitab Tri Pitaka. Kitab ini terdiri atas
3 kumpulan tulisan, yakni : Suttha (Suttnata) Pitaka, Vinaya Pitaka dan
Habhidharma Pitaka. Suttha Pitaka berisi kumpalan Khotbah. Vinaya Pitaka
merupakan aturan-aturan yang berkenaan dengan kehidupan pendeta. Habhidharma
Pitaka berisi hilosofi psikologi klasifikasi sitematisasi doktrin. Dalam
perkembangannya agama buddha pecah menjadi 2 aliran, yaitu aliran Hinaya dan
Aliran Mahayana. Aliran Hinaya mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana sangat
tergantung pada usaha diri melakukan meditasi. Sementara itu, aliran Mahayana
mengajarkan Bahwa untuk mencapai nirwana, setiap orang harus mengembangkan
kebijaksanaan dan sifat velas asih (belas kasih).
Perkembangan
agama buddha di India mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja
Ashoka dari Dinasti Maurya (273-232 SM). Pada pemerintahannya, Raja Ashoka
menetapkan agama Buddha sebagai Agama resmi negara. Agama Buddha kemudian
dengan cepat berkembang dan diterima oleh masyarakat India. Hal itu terutama
disebabkan oleh bahasa yang digunakan Buddha dalam menyampaikan ajarannya,
yaitu bahasa Prakrit. Bahasa prakrit adalah bahasa rakyat sehari-hari, bukan
bahasa sansekerta yang hanya dimengerti oleh kaum Brahmana. Selain itu, agama
Buddha bersifat non eksklusif. Artinya, agama buddha bisa diterima siapa saja
dan tidak mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta. Agama buddha juga
tidak mengenal perbedaan hak antara pria dan wanita.
B.
Proses
masuk dan berkembangnya Agama dan Kebudayaan Hindhu-buddha di Indonesia
Jalur
perdagangan India-Cina melalui Indonesia
Sebagai
sebuah kepulauan yang terletak di jalur pelayaran antara dunia barat dan timur,
nusantara (indonesia) mendapat banyak pengaruh dari luar. Setelah ditemukannya
jalan melalui laut antara Romawi dan Cina, pelayaran dan perdagangan di asia
semakin ramai. Rute ini mendorong munculnya hubungan dagang pada daerah yang
dilalui, Termasuk Indonesia yang selalu dilalui oleh perdagangan. Hal ini
didukung pula oleh pola angin musim yang berubah arah setaip enam bulan. Oleh
karena itu, terjadilah hubungan dagang antara wilayah tetap indonesia, cina dan
India.
Teori – teori tentang masuk dan
berkembangnya agama serta kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia
Proses
masuknya pengaruh India ke Indonesia diperkirakan terjadi sejak abad pertama
Masehi. Tentang proses ini terdapat beberapa pendapat yang saling bertolak
belakang dari para ahli sejarah. Ada pendapat yang menganggapbahwa bangsa
Indonesia bersikap pasif dan hanya menerima saja pengaruh budaya yang datang
dari India. Menurut para ahli sejarah yang mendukung pendapat ini pengaruh
budaya india masuk ke Indonesia melalui kolonisasi, baik secara langsung maupun
tidak langsung dari bangsai india. Para ahli sejarah kemudian mengajukan tiga
teori yang menjelaskan bagaimana bangsai india memperkenalkan kebudayaan kepada
bangsa Indonesia. Toeri-teori tersebut sebagai berikut :
1.
Teori Brahmana (J.Cvan Leur). Menurut
teori ini para Brahmana India datang ke Indonesia atas undangan para kepala
suku setempat. Kaum brahmana inilah yang kemudian menyebarluaskan ajaran agama
dan budaya India di Indonesia. Budaya yang mereka perkenalkan adalah budaya
golongan Brahmana.
2.
Teori Ksatria (F.D.K. Bosch). Menurut
teori ini raja-raja india datang menyerang dan mengalahkan suku-suku di
Indonesia.
3.
Teori Waisya (N.J. Krom). Menurut teori
ini pengaruh Hindu-Buddha dibawa dan disebarkan oleh para pedagang India yang
singgah di kota-kota Indonesia. Tidak hanya itu, para pedagang india juga
berasimilasi dengan penduduk setempat.
C.
Tradisi
Hindu-Buddha di Indonesia
Fakta-fakta
proses interaksi masyarakat Indonesia dengan tradisi Hindu-Buddha
Masuknya agama dan
kebudayaan Hindu-buddha mempengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat
Indonesia antaranya dalam bidang teknologi, sosial, politik, dan kepercayaan.
Bidang
teknologi
Persinggungan budaya
asli indonesia dan budaya hindu-buddha mendorong perkembangan kemampuan teknik
masyarakat indonesia yang saat itu masih didominasi kemampuan teknik
tradisional. Pengaruh Hindu-Buddha dapat dilihat dalam bidang maritim
(kelautan), bangunan, dan pertanian. Meskipun teknologi kemaritiman bangsa
indonesia pada zaman sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha sudah cukup tinggi,
masuknya budaya Hindu-Buddha harus diakui telah turut memajukan kemampuan
teknik kemaritiman masyarakat indonesia. Hal itu terlihat dengan semakin banyaknya
kota pelabuhan ekspedisi pelayaran dan perdagangan luar negeri.
Bidang
Pendidikan
Agama dan budaya
Hindu-Buddha juga mempengaruhi kehidupan masyarakat indonesia dalam bidang
pendidikan. Sebelum masuknya agama Hindu-buddha, masyarakat indonesia belum
mengenal tulisan. Namun, setelah masuknya agama Hindu-Buddha sebagian
masyarakat indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis. Diantara berbagai
bukti pengaruh budaya Hindu-Buddha dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah
digunakannya bahasa sansekerta dan huruf palawa dalam kehidupan sebagian
masyarakat indonesia.
Bidang
Sosial dan Pemerintahan
Setelah masuknya agama
Hindu terjadi perubahan dlam tatanan sosial masyarakat indonesia. Diantaranya
mereka mengenal pembagian masyarakat atas sistem kasta. Sementara itu, dibidang
pemerintahan, masuknya pengaruh Hindu-Buddha mendorong terbentuknya
kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dalam sitem in masyarakat tidak lagi dipimpin
oleh seorang ketua suku tetapi oleh seorang raja yang berkuasa secara
turun-temurun.
Kepercayaan
Masuknya agama
hindu-buddha mendorong masyarakat indonesia mulai menganut agama hindu atau
Buddha. Meskipun masyarakat indonesia tidak meninggalkan kepercayaan aslinya
seperti pemujaan terhadap arwah nenek moyang.
Kehidupan
Sosial, politik, Ekonomi, dan Budaya di Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan
Hindu-Buddha
Struktur
sosial
Masuk dan berkembangnya
agama dan kebudayaan hindu-buddha di indonesia tentu mempengaruhi agama aspek
sosial budaya masyarakat indonesia. Dalam masyarakat yang dipengaruhi agama dan
kebudayaan hindu, aspek kehidupan masyarakat sangat di pengaruhi oleh statifikasi
sosial berdasarkan sistem kasta. Dalam sistem sosial ini masyarakat dibagi atas
tingkatan kasta-kasta tertentu yang memiliki sistem nilai dan kewajiban yang
berbeda-beda dan turun-temurun.
Struktur Ekonomi
Seperti halnya sistem
sosial kemasyarakatan, sistem dan struktur ekonomi masyarakat indonesia pada
masa hindu-buddha juga dipengaruhi oleh perkembangan agama dan kebudayaan
hindi-buddha saat itu. Haltersebut dapat dilihat dari sistem perdagangan,
tenaga kerja, penguasaan tanah, pajak, dan sistem transportasi pada saat itu.
Struktur birokrasi
Struktur birokrasi
kerajaan-kerajaan hindu-budha menunjukkan karakteristik yang berbeda-beda.
Kerajaan sriwijaya merupakan kerajaan maritim sehingga kerajaan ini
mengembangkan struktur birokrasi yang menekankan pada bidang kemaritiman. Oleh
karena itu, kebijakan politiknya lebih banyak ditujukan untuk menguasai jalur
maupun pusat-pusat perdagangan laut. Dalam prasasti yang ditemukan, bahwa
daerah-daerah yang dikuasai kerajaan sriwijaya yang dipimpin oleh salah seorang
anak tau keluarga raja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar